
MUSI RAWAS – Kasus penyalahgunaan barcode BBM subsidi kembali mencuat dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sistem barcode yang seharusnya memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, justru diduga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pengisian berulang hingga penimbunan.
Sejumlah kasus di berbagai daerah mengungkap modus penggunaan banyak barcode berbeda, termasuk barcode milik kendaraan pribadi orang lain, untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar. Praktik ini bahkan diduga melibatkan oknum di SPBU yang membantu meloloskan transaksi ilegal.
Seorang konsumen, Juni Variasi Muara Beliti mengaku kaget ketika mengetahui barcode miliknya diduga digunakan oleh pihak lain di SPBU 24316187 yang berada di jalan lintas sumatera ,tepatnya di Desa Pedang ,Kecamatan Muara Beliti,Kabupaten Musi Rawas.
“Saya tidak pernah merasa mengisi BBM sebanyak 35 liter dalam sekali isi, tapi tiba-tiba ketika saya cek di aplikasi My pertamina saya, terdapat record transaksi sebanyak 35 liter dalam 1 kali pengisian. Dan itu terjadi pada 10 hari yang lalu Saya curiga barcode saya dipakai orang lain yang bekerjasama dengan pihak SPBU untuk melakukan penimbunan bbm subsidi,” ujarnya
Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari. Ia berharap ada tindakan tegas dari pertamina dan pihak terkait untuk mengatasi persoalan ini.
“Kalau begini terus, yang dirugikan kami sebagai pengguna. Harus ada pengawasan ketat, terutama di SPBU,” tambahnya.
Di sisi lain, Baru-baru ini aparat penegak hukum khususnya polda sumsel telah mengungkap praktik penimbunan BBM subsidi dengan berbagai modus, penimbunan dan pengoplosan bbm subsidi, belum lagi modus seperti penggunaan banyak barcode, kendaraan yang dimodifikasi, hingga penyimpanan BBM dalam jerigen untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Menurutnya bahwa lemahnya pengawasan serta potensi kebocoran data barcode menjadi celah utama terjadinya penyalahgunaan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi, termasuk peningkatan keamanan data pengguna.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa distribusi energi subsidi masih menghadapi tantangan serius, dan membutuhkan kerja sama semua pihak agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (TIM)
Narasi Update Narasi Kami Referensi Anda…!
