Pegawai RSUD Dr Sobirin Keluhkan Pembayaran Parkir di Tempat Kerja

NARASI UPDATE

Oplus_131072

– Sejumlah pegawai dan karyawan Rumah Sakit dr. Sobirin Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengeluhkan kebijakan pembayaran parkir di lingkungan tempat mereka bekerja.

Para pegawai merasa keberatan karena harus mengeluarkan biaya parkir setiap hari.

Mereka juga membandingkan di beberapa rumah sakit lain di Kota Lubuklinggau, seperti, RS Ar Bunda, dan RSUD Siti Aisyah, yang karyawan tidak dikenakan biaya serupa.

Keluhan ini mencuat setelah beberapa pegawai yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut.

“Sudah tenaga kami diperas, TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) tak kunjung dibayar, kami juga diminta untuk mengeluarkan biaya parkir. Apa tidak dzalim ya dengan karyawan sendiri?” ujar salah seorang pegawai tersebut dengan nada kecewa.

Menurut informasi yang dihimpun, setiap pegawai diminta untuk membeli kartu parkir dan tetap dikenakan tarif parkir harian.

Hal ini dianggap membebani, terutama bagi mereka yang setiap hari bekerja di rumah sakit dan harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk memarkirkan kendaraan di tempat kerja sendiri.

Keluhan ini juga menimbulkan perbandingan dengan rumah sakit lain di Lubuklinggau yang membebaskan biaya parkir bagi pegawainya.

“Di RS Siti Aisyah dan RS Ar Bunda karyawan tidak dikenakan biaya parkir, kenapa di RS dr. Sobirin justru dibebankan?” tanya seorang pegawai lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS dr. Sobirin belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan parkir yang dikeluhkan pegawai.

Para karyawan berharap ada solusi yang lebih adil, terutama di tengah kondisi di mana hak-hak mereka seperti pembayaran TPP pun masih terkatung-katung.

Masyarakat dan pegawai kini menunggu respons dari pihak rumah sakit dan pemerintah daerah, mengingat RS dr. Sobirin merupakan rumah sakit milik pemerintah yang seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan pegawainya.

Jika kebijakan ini terus diterapkan tanpa solusi, bukan tidak mungkin keresahan ini akan semakin meluas.

Sementara itu, Direktur RS dr Sobirin, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Ketika dihubungi melalui ponselnya tidak ada jawaban, begitupun pesan yang dikirim via WhatsApp tidak ada jawaban. (*) ½

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Kreatif Dunkzzz